Kamis, 04 Januari 2018

SEBUAH PENGKUAN

Senyummu adalah warna 
yang menghiasi hari 
tanpa  adanya sebuah  tanda tanya . . .

Tatapanmu adalah irama 
yang setiap syairnya 
selalu membuat hati berdegup 

Dan sosokmu adalah pelita 
pelita hati 
yang selalu ada di setiap harinya 

Tapi apakah kau tau . . . 
pastinya tidak !


. . . . . . . .


Sebuah puisi yang kubuat khusus untuk menggambarkannya , seorang sosok yang sampai ini terus menghantui di setiap harinya ? apakah aku takut ? hingga ia begitu bergelora di dalam singgasananya .
Sosok yang hingga saat ini selalu kujadikan misteri seperti halnya semesta

Aku selalu bertanya ? apakah ada yang salah denganku ? mengagumi satu sosok yang mungkin jauh untuk aku peluk , yang mungkin kesiasian yang akan kudapat , tapi lagi lagi Dzat yang maha kuasa menamparku dengan kerasnya dia berkata " AKU BISA MEMBOLAK BALIKAN HATI SETIAP INSAN "
Firmannya yang membuat kata MENYERAH sekejap lenyep di telan bumi .
Sesekali aku berbisik kepada bumi berharap langit mendengar dan malaikat mengaminkan agar yang mpunya hati ikut mengabulkan .

Wahai Dzat yang maha sempurna 
ku sujudkan kepalaku diatas sejadah 
diatas malam sunyi yang gelap gulita 
seraya berkata takbir mengagungkan namamu 
disaat yang lain terlelap dalam tidurnya 
aku memohon dan minta kepadamu ...

Jika benar sosok yang ku kagumi ini untukku 
untuk lebih mendekatku kepadamu 
tolong dekatkanlah aku dengannya . . .

jika bukan dia sosok yang tertulis di singgasanamu untukku 
gantikanlah dengan sosok yang bisa mendekatku kepadamu  



 tenangkanlah kegelisahan hati yang selalu mengahantui akan sosoknya . . .



Untuk apa berjuang jika hal itu tidak diperdulikannya ?
Untuk apa mencintai sosok yang tidak bisa mencintaiku balik ?


Pertanyan itu yang selalu berkeliaran dengan buas di dalam otakku hingga menyudutkanku ? apalagi di luaran sana ada beberapa yang dengan lugasnya meyakiniku untuk bisa berdampingan dengannya ? KENAPA ? seakan hati tak mau berpindah dan terhipnotis akan sosoknya Sosok yang setiap harinya aku jadikan bait pusi didalam sajak yang sampai saat ini mungkin telanjang dimatanya .

PERTEMUAN ..
Mungkin pertemuan yang hanya bisa kusalahkan karena berkatnya aku dibuat terpaku oleh kehadirannya
dan semesta seperti tertawa terbahak melihat semuanya . ,




Tidak ada komentar:

Posting Komentar